Backpacking. Mengesampingkan Kenyamanan?

Bagi sebagian orang, melakukan low-budget traveling dengan membawa tas punggung atau backpack mungkin menjadi hal yang sangat nyaman. Bisa karena sudah mendarah daging, bisa karena alasan biaya. Bagi saya, keduanya. Beberapa teman menyebut, backpacking adalah gaya berwisata yang mementingkan kecilnya pengeluaran dan mengesampingkan kenyamanan. Benar? Bisa besar. Tergantung bagaimana cara kita membuat diri merasa nyaman … Continue reading Backpacking. Mengesampingkan Kenyamanan?

Berkemas Praktis dengan Menggulung Baju

Manusia memiliki keterbatasan daya ingat. Dalam setiap hal. Tidak terkecuali, dalam mempersiapkan diri untuk berlibur. Mulai dari hal besar, seperti meminta izin cuti dari jauh-jauh hari, sampai ke hal kecil, seperti memasukan barang penting ke dalam tas saat berkemas. Ada sedikit hela napas panjang ketika saya berhasil menutup resleting tas saya setelah berkemas. Seolah semua … Continue reading Berkemas Praktis dengan Menggulung Baju

Solo Traveling. Berani?

Dengan solo traveling, kamu bebas mengatur semua jadwal perjalanan. Langit mendung membuat saya teringat perjalanan solo traveling saya beberapa waktu lalu. Waktu itu hujan menyambut saya di Yogyakarta, awal 2015. Saya percaya, saya akan dengan mudah mendapat penginapan di sekitar Malioboro setelah menikmati damai dataran tinggi Dieng. Ceroboh. Saya lupa waktu itu adalah akhir pekan. … Continue reading Solo Traveling. Berani?

Cita Rasa India di Palembang

  Pesona Palembang bukan hanya Sungai Musi pada malam hari. Mari cicipi kuliner khas Palembang. Mengecap Palembang di lidah tak melulu bicara soal pempek. Pempek memang sudah dikenal sebagai penganan khas Palembang. Makanan ini punya caranya sendiri untuk memikat para pencinta kuliner. Olahan ikan tenggiri yang membuat  lidah bergoyang, disiram cuka pedas yang membuat dahi … Continue reading Cita Rasa India di Palembang

Kerajaan Dewi Anjani

''Amuknya delapan abad lalu dilupakan. Masyarakat tergiur dengan pesona Rinjani kini. Tak banyak yang ingat, Dewi Anjani masih memiliki Barujari yang bisa murka suatu hari''. Suara mesin pembuat kopi di sudut ruangan bergemuruh. Derunya seperti ikut menggiling beberapa bagian syair lagu jazz berjudul Fever yang dinyanyikan seorang perempuan bersuara serak. Aroma kopi perlahan merambat ke … Continue reading Kerajaan Dewi Anjani

Jiwa-jiwa yang Bersemayam di Gunung Salak

Jarak pandang di depan saya makin terbatas. Mungkin hanya 50 meter. Saya berjalan menembus kabut. Atau awan. Entah. Gelap akan segera menelan hari. Saya tidak menyangka medan pendakian akan begitu sulit. Jalan setapak juga makin sempit, tak lebih dari lima meter. Kiri kanan jurang. Tak tahu berapa dalam. Kabut benar-benar menutup pandangan. Kadang pohon merintang, … Continue reading Jiwa-jiwa yang Bersemayam di Gunung Salak

Menanti Ajal di Batavia

Lonceng di Balai Kota berdentang nyaring pagi itu. Tanda ada nyawa yang akan binasa. Seutas tali siap menggiring narapidana ke pintu ajal.   Museum Fatahillah di kawasan wisata Kota Tua Jakarta menjadi salah satu lokasi wisata kesukaan warga Jakarta. Sudah sekitar separuh jam saya berada dalam bangunan ini, di Museum Fatahillah, Jakarta. Panas cuaca di … Continue reading Menanti Ajal di Batavia

Menapak Mahameru

     "Hampir dua bulan saya menunggu. Menunggu untuk melesat ke sisi timur Pulau Jawa. Memenuhi gairah, bercumbu dengan awan-awan.  Ini adalah perjalanan kami ke titik tertinggi di Pulau Jawa". Hari Pertama Meninggalkan Jakarta Suara rel besi yang beradu dengan roda kereta membangunkan saya pagi itu, Selasa, 15 Oktober 2013. Hampir pukul tujuh pagi, kereta … Continue reading Menapak Mahameru