Tag: Jakarta

Boutique Hostel: Menggebrak Batas Kemewahan dan Kesederhanaan

Ketika backpacking telah meresap menjadi sebuah gaya hidup bagi generasi millennial, para penyedia jasa penginapan ikut bergerak dinamis. Perkembangan hostel tengah bergeliat, menciptakan tren wisata baru: menawarkan pengalaman menginap yang berbeda untuk memenuhi tuntutan generasi millennial yang energik. Hostel modern berusaha menafikan sekat antara kemewahan menginap di hotel dan keterbatasan fasilitas menginap di hostel konvensional.

27 comments

Ramadan di Istiqlal

Silir angin menyelinap di rongga dinding besi lantai dua Masjid Istiqlal. Embusannya membawa aroma santapan berbuka puasa dari pelataran masjid. Di bawah sana, ribuan orang menghampar. Tua dan muda, semua bergabung menikmati sajian berbuka puasa yang dibagikan secara cuma-cuma selama bulan Ramadan. Saya bertandang ke Mesjid Istiqlal pada suatu petang. Mencoba larut dalam sukacita Ramadan. Berbaur

Continue reading
13 comments

Merayakan Keberagaman

“Lentera kertas menyala, digantung tinggi di udara. Asap dupa mengangkasa, sumbu lilin membara. Pagi itu, jalan di depan klenteng merah merona. Warga non-keturunan ikut terlibat dalam semarak hari raya. Sekedar mencari laba, atau larut berbaur dalam suka cita. Di Indonesia, tahun baru Imlek bukan milik etnis Tionghoa semata. Sebagian orang menyebutnya: bhinneka tunggal ika. Saya

Continue reading
33 comments

Membingkai Jakarta

“Mencari kesenangan bersama kamera kesayangan tak melulu harus dilakukan di tempat liburan yang jauh. Lupakan sejenak rencana liburan ke pulau lain atau ke luar negeri. Kota kita masing-masing bisa dijadikan tempat romantis untuk menghabiskan akhir pekan Anda bersama kamera. Beberapa kali saya mengajak kamera Panasonic Lumix GF-6 saya jalan-jalan menikmati Jakarta. Menyenangkan!” —Iyos Kusuma

39 comments

Menggali Pusara

Cahaya matahari berlimpah siang itu. Angin yang berhembus membuat suasana sedikit sejuk. Terkadang, ada aroma bunga kamboja yang menumpang mengendarai angin. Sedikit menghidupkan kembali suasana permakaman. Saya berdiri di antara batu-batu nisan. Orang biasanya datang ke permakaman untuk berziarah. Namun tidak di sini. Mungkin itu sekitar setengah abad lalu. Orang datang ke sini untuk berwisata

Continue reading
40 comments