Power Bank tidak Boleh Dibawa dalam Pesawat?

Peraturan tentang pengisi baterai portabel (power bank) di dalam pesawat terbang bukan barang baru, sebenarnya. Sejak tahun 2017, Kementerian Perhubungan sudah mengeluarkan aturan tentang power bank di udara.

Peraturan ini adalah tindak lanjut dari peraturan yang dibuat oleh International Air Transport Association. Pemerintah menerjemahkannya dalam Peraturan Menteri Perhubungan nomor 80 tahun 2017.

Lalu mengapa aturan tentang power bank di penerbangan ini tiba-tiba ramai diperbincangkan sekarang? Lihat video ini.

Sebuah power bank yang dibawa oleh penumpang China Southern Airlines jurusan Shanghai tiba-tiba terbakar di bagasi kabin pada 25 Februari lalu. Pesawat belum lepas landas saat itu. Beruntung, tidak ada kerusakan pesawat. Penerbangan pun ditunda dan dialihkan ke pesawat lain tiga jam berikutnya.

Hampir dua pekan kemudian, Kemenhub menyebar Surat Edaran kepada para pihak yang berurusan dengan urusan penerbangan. Surat ini menegaskan kembali ketentuan membawa power bank dan baterai Lithium cadangan di pesawat terbang yang sudah diatur dalam Permenhub 80/2017.

Jadi, apakah kita sebagai penumpang pesawat terbang boleh membawa power bank? Boleh, dengan sejumlah ketentuan.

Ketentuan pertama, kita  wajib memberi tahu dan menunjukkan power bank yang kita bawa kepada petugas bandara (terutama di Security Check Point). Petugas bandara akan memeriksa dan memutuskan, apakah power bank kita boleh turut serta dalam penerbangan atau tidak. Ketentuannya akan saya bahas di bawah.

P1270221-01.jpeg
Penumpang wajib memberi tahu dan memperlihatkan power bank kepada petugas di Security Check Point.

Ketentuan kedua, power bank harus kita bawa di bagasi kabin. Penumpang tidak boleh menyimpan power bank di bagasi tercatat (bagasi tempat menyimpan barang yang dititipkan saat penumpang check in).

Ketentuan ketiga, selama berada di dalam pesawat, power bank sama sekai tidak boleh terhubung dengan peralatan elektronik lain. Ini artinya, penumpang dilarang menggunakan power bank untuk mengisi baterai smart phone atau barang elektronik lainnya. Ingat, larangan ini berlaku selama berada di dalam pesawat, tidak hanya ketika tinggal landas dan mendarat saja.

Baca juga: Kompensasi Keterlambatan Penerbangan di sini.

IMG_20161129_065341-01.jpeg
Penumpang dilarang menyimpan power bank di bagasi tercatat. Power bank dan baterai Lithium cadangan harus masuk dalam bagasi kabin.

Jenis Power Bank yang Boleh Dibawa

International Air Transport Association membatasi power bank yang bebas ikut di pesawat terbang adalah power bank dengan maksimal daya per jam 100 Wh (watt-hour). Power bank dengan daya per jam di atas 100 Wh hingga 160 Wh diperbolehkan dengan seizin atau persetujuan petugas maskapai dan petugas bandara. Selebihnya, power bank dengan daya per jam di atas 160 Wh mutlak dilarang Anda bawa dalam penerbangan.

Tunggu, power bank saya hanya mencantumkan satuan mAh, bukan Wh. Sama, power bank saya juga. Jadi, mari kita cari tahu sendiri berapa daya jam power bank yang kita miliki.

Baca juga: Mengangkasa dengan Pesawat Kepresidenan di sini.

Ada dua cara untuk mencari tahu daya jam power bank kita. Cara pertama, menggunakan rumus Fisika—yang sangat tidak ingin saya bahas di sini. Cara kedua, menggunakan konverter otomatis di situs ini. Setelah masuk ke situs tadi, kita hanya perlu memasukkan besaran miliampere (mAh) dan jumlah voltase (V) untuk mengetahui besaran Wh. Jika hasilnya di bawah 100 mAh (atau 160 mAh), berarti power bank aman untuk dibawa dalam penerbangan.

Lantas bagaimana dengan nasib power bank yang dilarang naik ke pesawat? Jangan khawatir, karena petugas bandara wajib menyimpan power bank Anda secara aman selama Anda berlibur. Anda bisa mengambilnya kembali setelah Anda kembali liburan.