Kompensasi Keterlambatan Penerbangan

Satu hal yang mungkin lebih sering kita hadapi ketika bepergian dengan pesawat terbang saat musim hujan ialah penundaan jadwal penerbangan. Delay, istilah lainnya.

Keterlambatan jadwal penerbangan bukanlah hal yang menyenangkan. Apa pun urusan Anda, berlibur, bekerja, atau kembali ke kota tempat tinggal. Waktu Anda terbuang percuma, atau lebih buruk lagi, perubahan jadwal penerbangan ini membuat jadwal liburan Anda porak poranda, bahkan sebelum Anda memulai liburan.

Jadwal Keberangkatan
Calon penumpang berhak mendapat informasi mengenai penyebab keterlambatan penerbangan dan kepastian waktu keberangkatan pesawat.

Beberapa kali saya menyaksikan para calon penumpang menumpahkan geram kepaada petugas maskapai di ruang tunggu bandara. Alasannya, mereka tidak mendapat kejelasan mengenai penyebab keterlambatan penerbangan. Lebih dari itu, para calon penumpang yang ‘terlantar’ itu juga merasa tidak diberi solusi atas keterlambatan penerbangan.

Padahal seharusnya, ketika maskapai penerbangan menghadapi maasalah keterlambatan penerbangan, pejabat setingkat General Manager (well, atau orang lain yang ditunjuk) wajib memberikan penjelasan mengenai alasan keterlambatan dan kepastian keberangkatan kepada para calon penumpang di ruang tunggu. Sekali lagi, wajib.

Lalu bagaimana dengan kompensasi?

Tunggu. Tidak semua keterlambatan penerbangan akan mengantarkan seporsi makan siang untuk Anda. Jika melihat Peraturan Menteri Perhubungan nomor 89 tahun 2015 tentang Penanganan Keterlambatan Penerbangan, ada empat kategori penyebab keterlambatan penerbangan.

Kategori pertama, faktor manajemen maskapai. Contoh dari penyebab keterlambatan yang masuk ke kategori pertama ini adalah keterlambatan pilot, co-pilot, dan awak kabin. Keterlambatan jasa boga atau katering, menunggu penumpang lain yang terlambat, keterlambatan penanganan di darat, dan ketidaksiapan pesawat udara juga masuk ke kategori ini.

Keterlambatan penanganan di darat menjadi salah satu penyebab keterlambatan yang menjadi tanggung jawab maskapai penerbangan.

Kategori kedua adalah faktor teknis operasional yang meliputi hal-hal yang terjadi pada bandara pada saat jadwal penerbangan atau kedatangan. Contohnya, lingkungan menuju bandara atau landasan terganggu karena retak, kebakaran, atau banjir. Antrean panjang pesawat untuk terbang atau mendarat serta keterlambatan pengisian bahan bakar juga masuk ke faktor teknis operasional.

Kategori ketiga yaitu faktor gangguan cuaca. Hujan lebat, banjir, petir, badai, kabut, asap, jarak pandang di bawah standar kelayakan, serta kecepatan angin yang berada di atas standar keamanan adalah hal-hal yang masuk ke dalam faktor gangguan cuaca.

Faktor keempat adalah hal-hal lain yang berada di luar manajemen maskapai, teknis operasional bandara, dan gangguan cuaca, seperti misalnya adanya kerusuhan atau demonstrasi di wilayah bandara.

Perlu diingat, pihak maskapai penerbangan hanya wajib bertanggung jawab memberi Anda kompensasi jika keterlambatan disebabkan oleh faktor pertama, yaitu faktor manajemen maskapai. Jadi, Anda sebaiknya tidak sekonyong-konyong menghampiri petugas maskapai di ruang tunggu untuk menuntut kompensasi ketika penerbangan Anda molor. Namun tetap, pada prinsipnya, petugas maskapai penerbangan wajib memberi informasi alasan keterlambatan dan kepastian waktu keberangkatan.

Jika keterlambatan penerbangan disebabkan oleh faktor teknis operasional, maskapai penerbangan wajib menunjukkan surat dari otoritas bandara, atau surat dari Badan Meteorologi dan Geofisika jika keterlambatan disebabkan oleh gangguan cuaca.

Kompensasi Apa yang Bisa Anda Terima?

Nilai kompensasi yang bisa Anda terima ketika penerbangan terlambat bersifat progresif. Semakin lama penerbangan tertunda, semakin besar pula nilai kompensasi yang Anda terima. Walau tidak seberapa.

Besar kopensasi yang bisa Anda terima dapat dilihat pada infografis di bawah ini.

1489398221720.jpg