Rekaman CCTV aksi dua terduga pencuri di kereta api beredar. Dalam video, dua orang penumpang terlihat seperti sedang bahu-membahu mencuri barang milik penumpang yang duduk di depannya. Pemilik tas nampak sedang tidur.
Rekaman ini beredar bersama foto-foto terduga pelaku yang sedang diarak oleh petugas keamanan di stasiun kereta.

Sang terduga pelaku yang bertelanjang dada diarak dan “dipajang” dengan kertas bertuliskan “saya pencuri di KA Purwojaya” tergantung di lehernya.
Saya tidak akan banyak berkhotbah soal larangan mencuri atau aksi main hakim sendiri yang dilakukan para petugas keamanan—tentu saja karena ini adalah travel blog—tapi tentang kebiasaan para penumpang yang bisa membuat mereka kehilangan barangnya di kereta api.
Meninggalkan Gawai
Mungkin Anda sudah terbiasa menggunakan colokan listrik yang ada di setiap baris kursi penumpang.

Colokan ini bisa ditemukan di bawah meja kecil di dekat jendela. Ketika saya mengisi daya baterai ponsel, saya biasanya meletakkan ponsel saya di meja kecil ini.
Jangan sampai lengah untuk meninggalkan ponsel ketika Anda ke kamar kecil atau ke kereta restorasi. Sekejap apa pun Anda akan meninggalkan kursi, jangan biarkan ponsel Anda tertinggal.
Ketika mengantuk pun, sebaiknya simpan saja ponsel Anda di kantong jaket atau kantong celana. Jika selama ini Anda selalu meninggalkan ponsel di meja kecil saat tertidur dan ponsel Anda tidak hilang, Anda hanya sedang beruntung.
Sembarangan Menyimpan Tas
Pada umumnya, tas penumpang akan disimpan di rak di atas kursi penumpang. Orang lain akan terlihat dengan mudah jika harus berdiri dan mengambil tas dari rak di atas Anda.
Namun jika rak sudah penuh, atau jika Anda membawa lebih dari satu tas, maka biasanya tas akan disimpan di pangkuan atau bawah bangku Anda.

Saya tidak menyarankan Anda untuk menyimpan tas di rak di atas bangku penumpang lain. Selain sulit diawasi, tentunya, karena rak itu diperuntukkan bagi penumpang yang duduk di bawahnya.
Cobalah untuk “mengalungkan” ransel atau selempang tas pada tubuh atau kaki Anda ketika duduk, agar Anda bisa merasakan jika ada yang berusaha menarik tas Anda.
Terlalu Banyak Barang
Rasionya sederhana. Semakin sedikit barang bawaan Anda, semakin mudah pula untuk mengawasinya.
Saya selalu membiasakan diri untuk tidak menjinjing atau menggenggam terlalu banyak barang, misalnya, untuk memegang ponsel, power bank, jaket, dan gelas kopi sekaligus ketika berada di tempat umum.
Menggenggam barang sesedikit mungkin memperkecil kemungkinan ada barang yang tercecer atau tertinggal.
Jika Anda malas membawa tas ransel ke mana-mana, bawalah tas kecil yang bisa memuat barang-barang Anda.
Tertidur
Tetap terjaga nampaknya menjadi solusi paling ampuh untuk menjaga barang bawaan Anda tetap aman di kereta api. Saya pikir kesempatan terbaik untuk mencuri barang bawaan penumpang adalah ketika mereka tertidur.
Anda bisa mengalihkan rasa kantuk dengan melakukan beberapa hal, misalnya membaca atau mengobrol dengan penumpang lain.

Ketika melakukan perjalanan seorang diri, saya sebisa mungkin berjaga dan tidak tertidur. Namun jika saya sedang bersama teman perjalanan, kami bisa secara bergantian tidur.
Anda punya tips lain atau pengalaman sendiri untuk mencegah kehilangan barang di perjalanan kereta api? Ayo berbagi!

kalau saya pribadi, benda paling berharga ketika bepergian selain smartphone adalah kamera SLR. Karena dia sangat berharga, saya gag pernah ninggalin dia, selalu saya jaga, bahkan ketika ke toilet maupun ke restorasi.
Taruh barang di atas walau diatas kita pun sebenarnya riskan terutama saat jadwal perginya malam dan kereta itu berhenti di tiap stasiun, kalau begini usahakan terjaga ketika kereta berhenti. Intinya jangan sampai lengah sekalipun
LikeLiked by 1 person
Sama sih. Ke mana-mana pun bawa tas kamera kalo di kereta. Walau cuma ke toilet. Kalau terpaksa banget tidur, ya kalungin tas kamera lalu peluk *posesif
LikeLike
Trmakash tipsnya bang..
Kejahatan memang krn ada kesempatan ya..waspadalah2…
Bang napi..
LikeLike
Hehe.. Sama-sama, Bang Adi..
LikeLike
Ini seperti waktu aku naik kapal mas. Biarpun bukan kereta api, tapi hampir setiap transportasi umum memang kudu ati-ati. Pengalaman saja, dulu pas naik kapal ke Karimunjawa aku di lantai atas kapal ekonomi. Ada pasangan muda-mudi dari Jakarta, dan keduanya munhat sampai tepar (perjalanan 4.5 jam). Sengaja aku nggak pindah-pindah karena menjaga kamera kedua org terebut yg terlantar di pinggirannya. Kuamankan, dan kuberikan pas mereka sudah sadar, itupun pas kapal sandar.
LikeLiked by 1 person
Wah parah sih itu kalo sampe dua-duanya tepar dan kamera ngga diamanin. Mulia sekali, Mas :3
LikeLike