Mengapa Bangku di Dekat Jendela Kereta Lebih Baik?

Kursi di sisi jendela dan kursi di sisi gang kereta api. Mana yang Anda pilih?

Advertisements
12 comments

Rasa-rasanya baru sekejap saya duduk di bangku kereta yang membawa saya kembali ke Jakarta. Seketika itu juga, saya seperti anak yang nyaman dikeloni ibunya. Duduk di kereta yang sejuk, merebahkan punggung yang pegal ini pada sandaran kursi, lalu tertidur.

Padalarang, 16 November 2017, pukul empat sore. Saya terbangun dari lelap. Kereta sepi. Hanya dua suara yang bisa saya tangkap: irama tak beraturan dari rel kereta yang dilindas Argo Parahyangan, yang juga ikut menggilas rengekan biola Bach di headphone.

Argo Parahyangan lalu memperlambat diri, merambat perlahan menyibak kabut Padalarang. Pemandangan syahdu di balik kaca jendela. Pemandangan Padalarang yang baru dihujam hujan.

Saya menyandarkan bahu pada dinding kereta, lalu mendekatkan wajah ke kaca jendela. Pandangan saya merayap di pepohonan yang dilintasi, menuruni lembah bukit, menyeberangi kali, menatap apa saja yang ada di balik jendela.

1350940-021515425489.jpeg
Pemandangan yang saya lihat dalam perjalanan dari Bandung ke Jakarta.

Alasan Saya Duduk di Dekat Jendela

Saya punya kebiasaan mencocokkan tempat duduk dengan arah jalannya kereta. Jika saya beranjak dari Jakarta, saya memilih bangku dekat jendela sebelah kanan. Sekembalinya dari Bandung, saya duduk di sisi yang sama untuk mendapat pemandangan yang berbeda.

Terkesan remeh sebenarnya, tapi percayalah, ini cara saya menikmati setiap bagian dari perjalanan pulang. Ketika saya mulai merasa jenuh di dalam kereta, saya bisa berpaling ke arah jendela. Sama halnya dengan tempat tujuan, perjalanan juga layak untuk menjadi hal yang kita nikmati, bukan? Ini menjadi alasan pertama saya lebih memilih tempat duduk dekat jendela di kereta api.

Sometimes, it’s the journey that teaches you a lot about destinations” —Drake.

Kedua, jangan lupakan colokan listrik yang menempel pada dinding kereta. Mendengarkan musik di Spotify hampir selama perjalanan cukup menguras baterai telepon pintar saya. Saya selalu memanfaatkan colokan listrik ini, walau saya membawa power bank di dalam ransel.

Duduk di dekat dinding kereta membuat saya jadi bisa mengakses colokan listrik dengan lebih leluasa. Saya membayangkan, saya harus melintangkan kabel charger di atas paha penumpang lain, jika saya duduk di sisi gang kereta.

Ada pula meja kecil yang terpasang di bawah kaca jendela yang cukup untuk menyimpan minum atau sedikit barang-barang saya. Ketika saya terlalu malas untuk memindahkan bokong ini ke gerbong restorasi demi segelas kopi, saya jadi bisa memesan kopi tanpa harus beranjak lalu meletakkan minuman ini di hadapan saya. Ini alasan ketiga bagi saya memilih bangku dekat jendela.

1350922(0)-01-82772627.jpeg
Saya bisa menyimpan buku, kopi, atau botol minum di meja kecil dekat jendela kereta api.

Keempat, saya jadi bisa memanfaatkan dinding kereta untuk menyenderkan bahu. Jika saya terpaksa harus tidur, saya bisa merebahkan sandaran bangku, lalu menyondongkan badan ke dinding kereta. Dengan demikian, badan atau kepala saya tidak akan tersentak di arah lain ketika saya tertidur di kereta yang bergoyang.

Alasan kelima, atau yang terakhir, saya jadi bisa duduk dengan lebih tenang tanpa harus berdiri mempersilakan penumpang di sebelah saya beranjak dari tempat duduk—ke kamar kecil atau ke restorasi. Jika Anda termasuk orang yang sering bolak-balik ke kamar kecil, saya sarankan untuk duduk di sisi gang kereta. Duduk di dekat jendela dan mondar-mandir keluar bangku akan merepotkan Anda, sekaligus mengganggu penumpang yang duduk di sebelah Anda.

1350944-01-750646651.jpeg
Seorang penumpang tidur bersandar pada dinding kereta api.

Kemudahan Memilih Kursi Kereta Api

Pernah beberapa kali saya menegur penumpang lain yang mencaplok tempat duduk saya di tepi jendela. Biasanya mereka bertingkah seperti tidak tahu bahwa bangku yang seharusnya mereka duduki adalah bangku dekat gang, bukan dekat jendela.

“Oh, saya pikir ini kursi saya,” sering kali mereka menjawab seperti itu. Saya hanya tersenyum, lalu menarik pandangan mereka ke tulisan kecil di atas kepala mereka. Ah, tidakkah mereka paham bahwa mereka bisa memilih bangku mana pun yang mereka inginkan—jika mereka memang mau.

Sebenarnya, memilih kursi di kereta api adalah hal yang enteng dilakukan. Saya selalu membeli tiket kereta api dan memilih tempat duduk secara online, dari mana pun selama ada jaringan internet. Beberapa online travel agent seperti Traveloka memungkinkan saya memilih tempat duduk di kereta api secara mudah.

Menu untuk memilih kursi kereta api bisa ditemukan setelah pengguna Traveloka memilih jadwal keberangkatan kereta api dan memasukkan data penumpang. Pastikan Anda tidak melewati bagian ini jika ingin memilih kursi.

infografistraveloka_2_original

Bagaimana dengan Anda? Punyakah alasan lain untuk duduk di dekat jendela atau di dekat gang kereta api?

 

12 comments on “Mengapa Bangku di Dekat Jendela Kereta Lebih Baik?”

  1. Hahaha iya deh, suka bingung sama orang yang duduk di kursi yang bukan pesanannya. Apa susahnya ya memesan kursi di dekat jendela kalau memang mereka mau?

    Aku jadi keingetan pada perjalananku naik kereta beberapa minggu lalu. Dari Cepu menuju Semarang. Jadi aku sudah pilih kursi dekat jendela, eh ternyata ada orang yang udah duduk di situ, pas aku kasih tau kursi dia yang dekat gang, dia tetap keukeuh gak mau pindah, pengen di situ aja. Well, aku bukannya gak mau ribut sih. Tapi bapak ini aku lihat berasal dari satu ‘daerah’ yang orangnya emang ‘agak susah’. Bukan bermaksud menyamaratakan, tapi ya aku udah biasa aja sama orang-orang kaya gitu. Dan benar aja, pas udah jalan, dia telponan sambil pakai bahasa daerah yang aku tau darimana itu. Tak tinggal tidur aja sih, lagian cuma 3 jam dan di luar hujan lebat.

    Cuma sekali lagi ya begitulah, aku suka kepikiran sama orang-orang kaya gitu. Kalau memang mau duduk dekat jendela, ya lakukanlah sejak awal pemesanan. Tapi dimana-mana selalu ada orang seperti itu sih 😀

    Liked by 1 person

    1. Bahahahaha.. Sama banget, entah kenapa yang suka keukeuh itu orang yang lebih tua dari saya. Andai kata mereka minta tuker sih sebenernya saya kasih (dengan sopan), tapi “sayangnya”, usia dan jenis kelamin mereka ga jadi tolak ukur tunggal buat saya berperilaku. Haha. Kecuali lagi selaw, ya saya beri.

      Liked by 1 person

  2. Enggak naik kereta, enggak naik bus, saya selalu suka dan milih duduk dekat jendela. Yang utama sih karena saya suka tidur, jadi bisa senderan dan nggak ganggu orang lain. Terus pas bangun dan gatau harus ngapain bisa lihat pemandangan di luar.

    Soal mencocokkan tempat duduk dengan arah jalan kereta atau bis juga saya lakukan. Pokoknya pp harus dapat posisi yang berbeda dan sebisa mungkin “menghindari” cahaya matahari biar enggak panas.

    Liked by 1 person

  3. duduk deket jendela emang paling enak, gak afdol rasanya kalau traveling gak duduk deket jendela. kayak ada yang kurang aja. terkadang mau sebagus apapun destinasi traveling kita, masa2 perjalanan tetap yg terbaik.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s