Ada Syarat Baru untuk ke Semeru

Perhatikan, mulai 1 Oktober 2017 ada peraturan baru untuk mendaki Gunung Semeru.

Advertisements
28 comments

Saya masih ingat ketika tahun lalu, saya dan tiga orang teman merencanakan pendakian Gunung Semeru, Jawa Timur. Semua hal sudah dipersiapkan sebelum berangkat meninggalkan Jakarta. Tinggal satu: izin pendakian.

Bukan, bukan izin dari boss atau keluarga. Sudah aman itu semua. Izin pendakian yang saya maksud adalah surat izin masuk kawasan konservasi atau simaksi.

Izin ini dikeluarkan oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru sebagai pengelola taman nasional.

Selamat pagi, Ranu Kumbolo #semeru

A post shared by Guratan Kaki (@iyoskusuma) on

Sebenarnya, pengajuan izin bisa dilakukan secara online. Mudah. Kita hanya perlu memilih tanggal pendakian, memasukkan data pendaki, lalu membayar melalui transfer. Selesai.

Masalahnya waktu itu, kami tidak dapat memilih tanggal pendakian pada bulan berikutnya. Kami hanya bisa memilih tanggal pada bulan yang sedang berjalan. Saya pun beberapa kali mencoba menelopon kantor Balai Besar. Tidak ada jawaban.

Kami bertempat pun akhirnya nekat langsung datang ke Gunung Semeru untuk melakukan pendaftaran secara langsung. Beruntung. Kuota masih belum penuh.

Perjalanan saya bersama tiga teman ke Gunung Semeru tahun lalu.

Beberapa hari lalu saya membaca berita. Mulai 1 Oktober 2017, Balai Besar TNBTS berencana hanya memberlakukan pendaftaran pendakian secara online melalui situs resmi TNBTS.

Artinya, pendaftaran langsung akan ditutup mulai Oktober 2017. Artinya lagi, setiap calon pendaki harus mendaftarkan namanya, paling lambat satu minggu sebelum pendakian (sesuai syarat waktu yang tertera di situs resmi Balai Besar TNBTS).

Mengutip kompas.com, Kepala Seksi Pemanfaatan dan Pelayanan Balai TNBTS, Nova Elina, menyebut pemberlakuan aturan ini dilakukan untuk memudahkan pengaturan kuota pendaki.

2016-09-07-05.14.54-1.jpg.jpg
Kalimati, salah satu tempat berkemah di jalur pendakian Gunung Semeru.

Saya mencoba masuk lagi ke situs resmi TNBTS hari ini, 15 Juli 2017. Saya memilih tanggal pendakian bulan berikutnya, Agustus. Voila! Sudah bisa!

Namun,  menurut Nova seperti dikutip dari kompas.com, aturan terperinci mengenai pendaftaran online ini masih dibahas oleh Balai Besar.

Setiap hari, Balai Besar membatasi jumlah pendaki yang naik ke Gunung Semeru. Hanya 500 orang pendaki per hari.

Mengapa dibatasi? Pertama, untuk menjaga agar taman nasional tidak terlalu dipadati oleh manusia. Manusia datang berwisata ke gunung dengan segala dampaknya, meninggalkan sampah (baik di jalur pendakian atau di desa terdekat), atau mungkin saja, mengusik ekosistem di jalur pendakian.

Alasan kedua, menjaga kenyamanan para pendaki. Beberapa tahun lalu, saya mendaki Gunung Semeru pada saat Hari Raya Idul Adha. Sepi sekali. Menyenangkan, sekaligus menenangkan.

Jalur pendakian menuju Mahameru yang sepi membuat saya bebas menikmati perjalanan tanpa harus berhimpitan atau tergesa-gesa ‘ditekan’ pendaki lain di belakang saya.

Hal lainnya, tentu saja Kalimati dan Ranu Kumbolo yang sepi saat kami berkemah. Tanpa tergesa-gesa memilih lapak berkemah, kami bisa mendapat tempat terbaik untuk mendirikan kemah.

Setahu saya, sudah ada taman nasional lainnya yang sudah memberlakukan pendaftaran pendakian online secara ketat, yakni Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Balai Besar TNGGP bahkan sudah membuat peraturan baru tahun ini, melarang pendaki membawa tissue dan air minum dalam kemasan. Peraturannya bisa dibaca di sini.

Selanjutnya, saya harap Balai Besar TNBTS bisa menyosialisasikan informasi penghentian pendaftaran langsung ini dengan baik, agar tidak ada calon pendaki yang kecewa karena datang ke sana menemui loket pendaftaran yang sudah tidak dibuka.

28 comments on “Ada Syarat Baru untuk ke Semeru”

  1. bidikan gambar nya bagus bagus mas, eh iya kalo melihat ranungkumbolo jadi teringat dulu berkumpul bersama teman-teman, yah jadi pingin naik lagi ke gunung semeru huhuhu

    Like

  2. Mantap nih, enak kalau udah sistem online seperti ini jadi mempermudah dan menjaga antiran penuh saat pendaftaran langsung. Tapi kudu ada sosialisasi yang mantap juga supaya semuanya bisa tau
    bang, mampir ke blog saya ya bang makasihhh (klik di nickname)

    Like

  3. Sekitar lima belas tahun yang lalu saya ke Semeru dan singgah di Ranu Kumbolo. hutannya masih lebat sekali dengan rerumputan setinggi dengkul. kalau pagi ada rusa-rusa yang minum air di telaganya. kemarin saya ke sana lagi, suasana sudah berubah. rame eh! dan tentu saja rusa-rusa itu sudah tidak ada.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s