Eiger Equinox 45

Equinox bersama Equator diperkenalkan sebagai seri carrier yang didesain untuk iklim dan alam tropis Indonesia. Ini kesan saya setelah menggunakannya.

8 comments

Setelah hampir selama tiga dekade menemani para pendaki tanah air berpetualang, Eiger akhirnya mengukuhkan diri sebagai spesialis penyedia perlengkapan kegiatan alam terbuka daerah tropis.

Jangan heran jika Anda mendapatkan angka 23,5° di produk-produk baru Eiger, terutama untuk seri peralatan mountaineering. Tadinya saya pikir ini berkaitan dengan suhu atau sudut. Ternyata, ini adalah garis lintang utara dan lintang selatan yang menjadi ambang daerah beriklim tropis.

1390790.jpg
Logo 23.5° untuk memperkuat citra Eiger sebagai penyedia perlengkapan kegiatan alam tropis.

Dengan spesialisasi ini, Eiger pun mencoba beradaptasi dengan iklim tropis—lingkungan dengan curah hujan, kelembaban udara, dan suhu udara yang cenderung tinggi.

Salah satu produk yang mengalami penyesuaian adalah tas carrier. Equinox dan Equator bisa dibilang “anak kembar tak identik” yang lahir sebagai carrier tropis perdana Eiger. Kedua seri carrier ini lahir dan diperkenalkan secara nyaris bersamaan pada akhir Januari 2018.

PicsArt_04-06-12.44.15.jpg
Equinox 45. Sumber foto: Eiger Adventure.

Penampilan

Saya akan mengulas Equinox 45. Equinox hadir dengan dua warna, abu-abu gelap dan oranye khas Eiger. Bagi saya, warna oranye yang terlalu dominan membuat carrier terlalu terkesan “ramai” dan kurang nyaman dipandang.

Untuk itu saya memilih carrier yang berwarna abu-abu gelap. Jika suatu waktu saya perlu membuat carrier ini terlihat terang, saya akan membungkusnya dengan rain cover berwarna oranye yang terdapat di kantung bagian bawah carrier.

Kesan pertama terhadap Equinox: desainnya langsung menyita perhatian saya. Lekukan-lekukan pada tubuh carrier membawa kesan empuk dan modern. Warnanya yang agak mengkilap juga membuat Equinox terkesan mewah dan bersih.

Kapasitas

Sesuai namanya, carrier Equinox bervolume 45 liter. Eiger memang merekomendasikan tas ini untuk petualangan jangka pendek.

Pada laman resmi Eiger Adventure, Equinox dipublikasikan sebagai tas untuk kegiatan hiking selama satu hingga dua hari. Penerapannya, bergantung pada kita sebagai pengguna. Saya misalnya, bisa memuat keperluan pendakian dan liburan selama lima hari empat malam.

Apa yang membuat carrier ini begitu “tropis”? Salah satunya, Eiger mengantisipasi kelembaban dan suhu udara yang cenderung tinggi di Indonesia dengan memberi ruang yang lebih baik di antara punggung dan carrier.

 Pengaturan Beban

Bagian punggung carrier Equinox dibuat melengkung, membuat sedikit jarak dengan punggung pengguna. Eiger menyebutnya Aerovent Trek. Untuk orang yang sangat mudah berkeringat seperti saya, sirkulasi udara di antara punggung dan carrier adalah angin segar. Pada seri-seri sebelumnya, Eiger hanya mengganjal punggung dengan beberapa busa untuk memberi sedikit ruang sirkulasi udara.

Ada yang menganggap—secara teoritis—jarak yang diciptakan antara beban dan punggung akan membuat beban terasa lebih berat. Saya telah mencoba membawa Equinox ke Gunung Merapi (sudah termasuk membawa keperluan untuk ke Gunung Merbabu—meski batal dilakukan) pada akhir pekan lalu.

Seperti ketika mengenakan carrier pada umumnya, saya hanya perlu menyesuaikan posisi barang dan titik tumpu beban dengan mengatur strap ransel, supaya beban jatuh di titik yang tepat dan bahu tidak terlalu sakit.

1390802.jpg
Strap dada dipasang pada rel khusus, memungkinkan kita mengatur posisi strap dada.

Strap dada juga membantu menahan beban agar tetap tertumpu di dekat tubuh. Sayang, Eiger masih menggunakan model strap dada yang sama dengan seri-seri tas sebelumnya. Strap dada Eiger Hikeholic saya lepas dari “rel strap” ransel beberapa tahun lalu, dan sulit untuk memasangnya kembali.

Material

Namun berbeda dengan seri-seri carrier pendahulunya, Equinox (dan Equator) dibuat dari bahan kain yang lebih ringan. Namanya Robic, merek benang nylon dan polyester pabrikan Korea. Ketika diraba, material Robic memang terasa lebih ringan.

Meski terkesan ringan, jenis kain Robic dipastikan Eiger sebagai bahan yang kuat menahan tarikan, beban, serta goresan-goresan minor seperti ranting-ranting tumbuhan.

1390797.jpg
Bahan kain Robic yang mudah sekali dibersihkan. Penampilannya yang sedikit berkilau membuatnya terlihat baru lebih lama.

Saya belum dapat membuktikan kekuatan bahan ini secara pasti, karena baru beberapa bulan saya miliki. Namun ketika jatuh ke tangan saya, carrier ini datang dengan sebuah kartu garansi untuk kain yang berlaku selama setahun.

Satu hal yang saya sukai dari bahan kain ini adalah sifatnya yang mudah dibersihkan. Berbeda dari jenis bahan carrier pada umumnya, jenis kain Equinox lebih mudah dilap dengan spons atau kain basah jika terkena tanah atau noda.

Kompartemen

Ada beberapa kompartemen di Equinox: kompartemen utama, sela kecil di dalam bagian punggung, saku tutup atas (bagian luar dan bagian dalam), dua kantong pada sabuk carrier, serta dua kantong untuk botol air pada sisi-sisi carrier. Ada pula strap pada bagian depan bawah untuk membawa tenda.

Tidak ada yang terlalu istimewa dari pembagian ruang Equinox, kecuali kantong pada bagian sabuk kiri dan sabuk kanan carrier. Saya menggunakan kedua kantong ini untuk menyimpan barang-barang kecil yang biasanya sering saya butuhkan selama pendakian.

Hal lain soal kompartemen ini adalah resleting yang di bagian depan carrier. Reselting Quick Flix ini menjadi akses alternatif untuk membuka kompartemen utama carrier.

Kelebihannya, saya bisa dengan mudah meraih barang yang terletak di bagian tengah atau dasar carrier, tanpa harus membongkar seluruh barang yang ada di atasnya. namun kekurangannya—yang saya khawatirkan—adalah daya tahan resleting ini.

Lagi-lagi Eiger memamerkan keunggulan teknologi dan kekuatan bahan resleting untuk Equinox pada label yang tergantung di carrier. Ada pula kartu garansi khusus resleting yang berlaku selama satu tahun. Akan tetapi, saya tetap meminimalisasi penggunaan reseleting ini. Sangat ngeri jika jebol di atas gunung.

1390807.jpg
Resleting depan sebagai alternatif membuka kompartemen utama, memungkinkan saya meraih isi tas terdalam tanpa membongkar seluruh muatan.

Berbeda dengan Equinox, Equator tidak memiliki resleting Quick Flix pada bagian depan carrier. Reselting di depan Equator dipasang untuk akses kantong tambahan. Equator juga dilengkapi dengan satu kompartemen kecil di bagian bawah depan.

Kesimpulan

Sejauh ini saya merasa sangat nyaman menggunakan Equinox 45. Selain desainnya yang menarik, tas ini juga berfungsi dengan baik. Saya dapat dengan mudah menata-dan-mengambil barang bawaan, juga mengatur strap agar carrier tidak terasa terlalu berat.

Saya juga suka dengan material kain Equinox, ringan, terlihat cemerlang, dan mudah dibersihkan. Saya harap material ini benar-benar kuat seperti yang dipromosikan Eiger.

Meski keberadaan resleting depan Equinox sangat membantu mencari barang di bawah carrier, saya tetap agak khawatir akan daya tahan resleting ini. Saya selalu menghindari menarik resleting ini secara paksa jika carrier sudah terlalu penuh.

Harga Rp1.175.000,00 untuk carrier berkapasitas 45 liter bisa jadi terkesan mahal. Namun dengan kekuatan dan sifat bahan carrier yang nampak awet muda, saya pikir Equinox 45 adalah investasi yang menarik bagi penyuka kegiatan di alam terbuka.

8 comments on “Eiger Equinox 45”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.