Tips Berlibur Bersama Teman (tanpa Ingin Mencekiknya)

62 comments

Berlibur bersama teman-teman? Terdengar seru, terkadang. Kenyataannya, menghabiskan waktu liburan bersama teman-teman terkadang membuat liburan saya menjadi salah satu pengalaman liburan terburuk yang pernah saya jalani. Saya sudah mengeluarkan dana dan menghabiskan masa cuti untuk membeli pengalaman yang tidak menyenangkan. Merasa rugi? Iya.

Ada yang bilang, hubungan pertemanan akan diuji ketika berlibur bersama. Ada benarnya. Tapi terserah Anda. Terkadang hubungan baik dengan teman menjadi tidak lengket hanya karena masalah-masalah remeh.

p1060524-01.jpeg
Liburan bersama adalah salah satu cara menguji pertemanan, kata teman saya. Sedikit setuju, untuk beberapa hal.

Lalu apakah lebih baik berlibur sendiri saja? Terkadang demikian. Tergantung bagaimana saya menginginkan liburan saya. Jika saya hanya ingin bertamasya ke Yogyakarta atau Tanjung Puting, saya memilih sendirian. Tapi jika saya ingin menikmati segelas kopi di lereng Gunung Rinjani atau menghemat biaya ke Pulau Sempu, saya akan menggandeng teman-teman saya.

Saya menyukai solo traveling, tetapi tetap fleksibel untuk bepergian bersama teman-teman. Saya mencatat pengalaman-pengalaman saya, bagaimana mempersiapkan diri berlibur bersama teman-teman (tanpa ingin mendorongnya ke sungai penuh buaya).

1. Pilah dan Pilih Teman

Menyebarluaskan rencana liburan Anda di media sosial adalah cara terbaik untuk mengundang teman liburan secara acak. Kecuali Anda cukup tegas untuk mengatakan ‘tidak’ kepada rekan kerja yang sangat ingin berlibur bersama Anda, jangan lakukan itu. Jangan sebarkan rencana liburan di media sosial.

Percayalah, memilah dan memilih teman bukanlah suatu hal yang buruk. Termasuk memilih teman liburan. Pengalaman saya yang mengatakan hal itu.

Bedakan teman dan rekan. Menjadi rekan kerja yang menyenangkan tidak menjadikan seseorang teman berlibur yang menyenangkan. Teman tidak sama dengan rekan. Ini hal pertama yang saya catat.

fb_img_1478950047004-01.jpeg
Jika teman Anda tidak mau bermalam di tenda ketika mengunjungi pulau tak berpenghuni, jangan ajak dia. Cari orang lain dulu kali ini.

Saya lebih suka memastikan teman perjalanan saya adalah orang yang memiliki kesamaan anggaran dan gaya berlibur dengan saya. Saya tidak mau membuang energi untuk memperdebatkan kereta api dan pesawat terbang, atau hostel dan hotel berbintang.

Baca juga: “Solo Traveling. Berani?” di sini.

2. Diskusi dan Bagi Tugas

Bukan, ini bukan diskusi serius. Anda bisa melakukannya di kedai kopi atau di grup WhatsApp. Terserah. Hal yang hendak saya sampaikan adalah: pastikan semua orang dalam kelompok Anda tahu tempat-tempat yang akan dikunjungi, perkiraan biaya perjalanan, atau keinginan masing-masing anggota kelompok.

Jika Anda senang mempersiapkan perjalanan liburan seorang diri, lakukan. Namun, sekali lagi, pastikan semua anggota kelompok tahu rencana yang Anda susun.

p1170962-01.jpeg
Bagi beban tugas sesuai dengan kemampuan masing-masing. Bersikap seperti tuan besar saat mempersiapkan liburan atau saat liburan bisa membuat liburan bersama teman-teman menjadi tidak nyaman.

Jika Anda keberatan melakukannya secara swadaya, bagikan tugas ke teman-teman Anda. Bersifat bossy selama perjalanan liburan adalah cara terbaik untuk merusak kesenangan liburan—sekaligus pertemanan—Anda. Sebarkan tugas. Anda memesan tiket pesawat, teman Anda mencari penginapan, teman Anda yang lainnya mencari tempat rental kendaraan, misalnya.

3. Pengeluaran Pribadi dan Pengeluaran Kelompok

Masalah uang bisa menjadi akar dari rusaknya pertemanan Anda. Ketika saya makan malam bersama teman-teman saat liburan, saya selalu memisahkan tagihan masing-masing dan membayarnya dari dompet masing-masing. Contoh mudahnya, pengeluaran saat makan.

Kalau pun tidak, saya selalu mengingat setiap pengeluaran pribadi yang ditanggungkan ke kocek teman. Ketika waktu luang tiba, misalnya di penginapan, saya bisa menyelesaikan hal ini sebelum lupa.

Satu kali lupa, mungkin teman saya masih rela. Tapi kalau saya lupa berkali-kali, teman saya mungkin akan mendorong saya ke sungai penuh buaya tadi.

Tapi ada pula pundi-pundi uang kelompok yang saya siapkan. Uang ini disiapkan untuk pengeluaran bersama. Katakanlah biaya penginapan, biaya sewa kendaraan, atau biaya jasa porter.

Jika ada teman yang sangat telaten dalam mencatat dan mengingat, saya merekomendasikan orang itu untuk bertanggung jawab atas uang kelompok ini.

4. Berpisah? Bukan masalah!

Suatu hari, saya sangat ingin menyantap babi guling untuk makan siang. Teman saya lebih ingin ikan bakar. Ada pula yang belum lapar sama sekali. Lantas? Apakah saya harus mendandani ikan bakar seperti babi guling sementara teman yang belum lapar hanya menunggu di rumah makan? Tidak. Berpencar saja.

Saya pikir berpisah selama 30 menit atau lebih untuk memenuhi nafsu makan masing-masing bukanlah suatu hal yang merusak pertemanan. Tentu saja, daripada saya menahan lapar karena teman saya belum lapar, atau daripada saya terpaksa makan ikan bakar ketika sedang ingin mencicipi babi panggang di hari terakhir berlibur.

p1180793-01.jpeg
Museum bukan tempat liburan yang disukai semua orang. Ketika salah satu anggota kelompok liburan ingin berkunjung ke museum, sementara Anda tidak, berpencar saja sebentar.

Saya tahu Anda begitu menyanyangi teman Anda. Mungkin Anda merasa khawatir membayangkan teman Anda ditelan dinosaurus ketika Anda meninggalkannya makan. Jika keadaan dan corak pertemanan Anda memaksa Anda untuk selalu bersama tak terceraikan 24 jam, maka….

6. Berkompromilah

Teman Anda adalah seorang party animal yang ingin melompat dari satu klub ke klub lainnya dalam satu malam, namun Anda lebih ingin menikmati suasana malam yang hangat di salah satu sudut kota. Berkompromi saja.

1060807
Buat perjalanan Anda menyenangkan. Kalau semua kegiatan harus dilakukan bersama, ambil konsekuensinya: jangan keras kepala dan jadilah fleksibel.

Salah satu bisa mengalah untuk ikut berjoget ria di lantai dansa dan menyimpan rencana lain untuk malam berikutnya. Atau, Anda bisa membagi waktu pada malam itu untuk dua aktivitas yang berlainan. Intinya, berhentilah bersikap keras kepala dan cobalah untuk menjadi fleksibel.

Bagaimana? Anda pernah mengalami hal-hal yang kurang menyenangkan ketika berlibur bersama orang lain? Atau Anda punya tips lain untuk mempersiapkan perjalanan bersama teman?

Advertisements

62 comments on “Tips Berlibur Bersama Teman (tanpa Ingin Mencekiknya)”

  1. Kalo jalan bareng itu pas poin 4 agak susah ya. Itu, pernah jalan jalan bareng teman. Terus karena akunya pengen jalan ke suatu tempat yang beda dengan mereka kita pisah. Agak susah meyakinkan mereka, apa karena aku kecil ya?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s