Wisata Kuliner di Bandung? Ini Aturan Mainnya!

62 comments

1468320628943

Bandung seakan memiliki sihir untuk menahan saya kembali ke Jakarta untuk bekerja. Udara yang sejuk, membuat perut lebih cepat berteriak meminta jatah makan siang, walau hari belum tinggi. Seni pop dan industri kreatif berkembang pesat, namun tetap terjalin berkelindan dengan wisata historis Bandung.

Wilujeung sumping di Bandung! Saya akan menawarkan rekomendasi itinerary perjalanan Anda selama tiga hari ke depan!

Aturan Main

Jangan Sarapan di Hotel

Saya tahu, buffet —yang nampaknya dihidangkan gratis, namun sebenarnya sudah masuk dalam tarif kamar Anda— adalah salah satu alasan Anda bangun pagi ketika menginap di hotel. Anda sangat lapar dan tidak mau menyia-nyiakan hidangan yang seolah-olah disajikan gratis. Tapi hey, Anda sedang berada di Bandung, salah satu kota dengan pilihan kuliner menggiurkan di Indonesia. Beranjaklah lebih pagi dari hotel, saya akan memperkenalkan beberapa tempat makan yang sudah menggelar lapak sebelum Anda bangun tidur.

Hidup: Terlalu Singkat untuk Diet

Lupakan diet yang sedang Anda lakukan selama tiga hari ke depan. Saya serius. Bandung adalah surga kuliner. Kerja keras yang Anda lakuan setiap hari membuat Anda layak memanjakan perut kali ini.

Tinggalkan Kunci Mobil

Beberapa tempat wisata di Bandung terletak di satu kawasan wisata yang sama, dengan trotoar yang cukup lebar. Tinggalkan kunci mobil Anda, dan berjalankakilah. Matahari memang terik terkadang, namun suhu udara di Bandung masih tergolong sejuk.

bdgg

 

HARI PERTAMA

Restoran Braga Permai

Saya akan memulai perjalanan selama tiga hari ini dari Braga, jalan yang namanya diambil dari sebuah kelompok teater, Toneel Braga, yang pernah tinggal di sana pada tahun 1880-an.

Mengecap pengalaman berwisata kuliner tak hanya melibatkan lidah, kawan. Namun juga indra lainnya: mata. Manjakan diri Anda menikmati kuliner pagi di jalan dengan nuansa Belanda yang kental.

Pilihlah untuk duduk di luar agar Anda bisa menikmati lanskap Jalan Braga yang menawan. Jangan tergesa-gesa beranjak setelah makan. Saya merekomendasikan Anda menyeruput secangkir teh atau kopi sambil menikmati suasana Jalan Braga. Setelah ini, saya akan mengajak Anda menelusuri Jalan Braga.

Pilihan saya: Zuppa-zuppa soup. Jika masih lapar, saya akan memesan seporsi pasta atau nasi goreng rendang.

Kisaran harga: Rp 29.500 untuk zuppa-zuppa soup. Makanan lainnya dijual dengan kisaran harga Rp 30.000,00 – di atas Rp 100.000,00.

Braga – Asia Afrika

Another Day in Bandung City (2)

A post shared by Guratan Kaki (@iyoskusuma) on

Siapkan kamera Anda dan berburulah foto sepuas mungkin. Susuri Jalan Braga yang terbentang sepanjang 700 meter ini dengan berjalan kaki. Trotoar di Jalan Braga cukup lebar. Anda akan berjalan melintasi bangunan-bangunan tua di kiri dan kanan Anda.

Jangan takut kelaparan. Ada banyak kafe dan rumah makan yang buka sepanjang hari. Jika Anda menyukai kehidupan malam, kembalilah ke sini pada malam hari. Panggung musik akan menghibur Anda sampai menjelang pagi. Siang dan malam seakan tak bersekat di sini!

Masih terlalu pagi untuk merasa letih. Berjalanlah terus ke arah selatan menyeberangi satu persimpangan. Anda akan tiba di Jalan Asia Afrika. Hotel Savoy Homann dan Gedung Merdeka yang menjadi saksi bisu pelaksanaan Konferensi Asia Afrika 61 tahun silam masih berdiri di sana.

Kopi Aroma

Sempatkan untuk bertandang ke Toko Kopi Aroma di Jalan Banceuy nomor 51, tidak jauh dari Jalan Asia Afrika. Bukan, ini bukan tempat menyesap kopi layaknya kedai kopitiam, melainkan toko, pabrik, dan gudang kopi yang sudah berdiri sejak tahun 1930.

Anda bisa memilih, kopi arabika dari biji kopi yang sudah disimpan selama delapan tahun atau kopi robusta dengan rasa kopi lebih kuat dari biji kopi yang sudah berusia lima tahun. Jika Anda memiliki masalah dengan rasa asam kopi, saya rekomendasikan kopi arabika dari Kopi Aroma dengan rasa asam yang lebih ramah. Bawalah beberapa bungkus kopi sebagai oleh-oleh.

Kisaran harga: Sebungkus kopi arabika dijual seharga Rp 33.000,00 per 250 gram, sedangkan kopi robusta dengan berat yangs ama dijual seharga Rp 27.000,00.

Batagor Kingsley

Jika membahas soal camilan khas Bandung, pikiran saya akan langsung mengarah batagor, baso tahu goreng. Namun, jika ingin memperkenalkan camilan Bandung ke orang dari luar kota Bandung, pilihannya harus Batagor Kingsley. Tentu saja, karena saya ingin Bandung memberi kesan yang baik di hati dan di lidah tamu saya.

Harga seporsi batagor ini bisa saja membuat sebagian orang bertanya-tanya, Rp 12.000,00 per satu batagor. Cicipi dulu, Kawan. Biasanya para tamu memesan seporsi Batagor Kingsley yang bersisi tiga buah batagor. Ketiganya diiris dan disiram dengan bumbu kacang dengan kekentalan yang sempurna.

Pilihan saya: Seporsi Batagor Kingsley sebagai appetizer menuju santap siang.

Kisaran harga: Rp 12.000,00 per batagor.

Sop Buntut Dapur Dahapati

Setiap ada teman yang bertanya tentang makanan berkuah di Bandung, saya selalu merekomendasikan sop buntut Dapur Dahapati. Saya merekomendasikan untuk datang ke sini pada siang hari, meski rumah makan ini buka hingga malam hari. Namun, beberapa kali saya datang ke sana pada malam hari dan saya tidak mendapatkan menu kesukaan saya di sana: sop buntut goreng.

Jika Anda bepergian dengan kakek atau nenek Anda, jangan khawatir. Daging di sop buntut ini sangat lembut dan mudah digigit. Jika Anda memesan seporsi sop buntut goreng, Anda akan mendapat sepiring buntut sapi yang sudah digoreng dengan potongan bawang bombay dan semangkuk sop bening dengan potongan sayuran.

Kaldu yang mereka punya juga lembut di lidah, tidak terlalu berlebihan. Porsi sop buntut di sini tergolong besar. Mengenyangkan sebagai porsi makan besar. Guratan saya tentang kemewahan sop buntut Dapur Dahapati bisa dibaca di sini.

Pilihan saya: Sop buntut goreng.

Kisaran harga: Rp 58.000,00 untuk sop buntut goreng. Nasi dijual terpisah seharga Rp 6.500,00.

Sultan Agung – Trunojoyo

Ketika bunga-bunga itu sudah layu dan tidak lagi bermekaran di Bandung, maka selamat datang di kota mode! Bandung dikenal sebagai episentrum industri kreatif di Indonesia, salah satunya industri mode, atau fashion.

Saya tidak menyarankan Anda mengunjungi factory outlet yang berserakan di kawasan wisata belanja Riau, Dago, atau Setiabudi. Berbeloklah ke jalan Sultan Agung dan Trunojoyo ketika Anda berada di Riau atau Dago. Di sana, Anda akan menemukan lusinan clothing store yang lebih akrab dikenal sebagai distro.

Mengapa bukan factory outlet? Kebanyakan clothing store hanya menjual pakaian yang mereka produksi sendiri, dengan jumlah terbatas. Maka dari itu, pakaian di sini cenderung lebih eksklusif. Konsep desain yang ditawarkan juga lebih menarik, menurut saya pribadi —kita bicara masalah selera. Berbeda dengan factory outlet yang berperan sebagai tempat berkumpulnya pakaian-pakaian dari berbagai produsen.

Iga Bakar Si Jangkung

Apa pun pilihan Anda, iga bakar sapi atau iga bakar kambing, mampirlah ke Iga Bakar Si Jangkung di Jalan Cipaganti. Seporsi iga bakar di sana tidak terlalu besar, cocok untuk menutup hari Anda yang sempurna di Bandung. Daging iga bakar di sini sangat empuk. Bumbu-bumbu yang meresap di daging itu akan membuncah dalam mulut Anda saat gigitan pertama. Iga Bakar Si Jangkung dihidangkan di atas sebuah hot plate untuk menjaga kehangatan iga bakar hingga suapan terakhir.

Pilihan saya: iga bakar sapi dengan tambahan potongan cabe rawit.

Kisaran harga: Rp 30.000,00 untuk seporsi iga bakar sapi atau kambing. Nasi putih dijual terpisah seharga Rp 5.000,00.

HARI KEDUA

Kupat Tahu Gempol

Pagi ini, lupakan dulu Jalan Braga yang instagramable. Saya mengajak Anda sarapan Kupat Tahu Gempol di Jalan Pasar Gempol. Kupat tahu adalah salah satu makanan khas Jawa Barat yang terdiri dari potongan ketupat, tahu goreng setengah matang, dan sayur tauge yang disiram saus kacang. Makanan ini mirip dengan ketoprak yang tidak menggunakan bihun, dan memiliki bumbu kacang yang sedikit lebih pekat. Porsi Kupat Tahu Gempol tidak berlebihan, cocok untuk menambal perut Anda sebelum saya mengajak Anda ke tempat berikutnya.

Pilihan saya: seporsi kupat tahu dengan sedikit rasa pedas.

Kisaran harga: Rp 12.000,00 per porsi.

Yoghurt Cisangkuy

Yoghurt Cisangkuy mengerti selera Anda: menyukai yoghurt yang begitu asam, atau menyukai yoghurt yang tidak terlalu asam. Kedua jenis yoghurt ini dijual dengan banyak sekali pilihan rasa, mulai dari rasa tawar (plain), cokelat, hingga bermacam rasa buah dengan potongan-potongan buah di dalamnya.

Tempat ini juga menjual beberapa camilan yang bisa disantap sambil Anda menyeruput yoghurt Anda di bawah rimbunnya pepohonan di sana. Pemilik tempat ini pun akan membebaskan Anda untuk memesan dan menyantap makanan dari pedagang kaki lima yang berjualan di depannya. Tidak jauh dari Gedung Sate, pengalaman menyenangkan menyeruput yoghurt ini dapat Anda nikmati di Jalan Cisangkuy.

Pilihan saya: Lychee yoghurt kental. Jika tidak akrab dengan rasa asam, silakan pesan yoghurt juice dengan rasa asam yang tidak begitu kuat.

Kisaran harga: Rp 22.000,00 – Rp 26.000,00 tergantung pada kekentalan (kemurnian) yoghurt.

Dusun Bambu

Sebenarnya Dusun Bambu adalah sebuah tempat wisata yang menawarkan paket lengkap berlibur. Jika Anda menyukai udara sejuk dan aktivitas di luar ruangan, cobalah mampr ke Dusun Bambu. Mereka memiliki penginapan berupa villa dan tempat berkemah modern, mereka memiliki rumah makan lesehan di tepi danau dan Lutung Kasarung (rumah makan ‘melayang’ di atas ketinggian pepohonan), dan mereka menawarkan banyak aktivitas seperti bermain di lahan outbond, menanam padi di sawah, hiking, hingga bersepeda.

Dusun Bambu juga menjual beraneka jenis kerajinan tangan untuk Anda beli sebagai kenang-kenangan atau buah tangan. Anda bisa menghabiskan waktu Anda sejak siang hingga sore hari di Dusun Bambu yang terletak di Jalan Kolonel Masturi KM 11, Kabupaten Bandung.

Kisaran harga: Seporsi nasi timbel di restoran Lutung Kasarung dijual seharga Rp 52.000,00.

Sop Kambing 999 Pak Memed Kumis

Saya tahu, udara Bandung pada malam hari cukup dingin dan cukup kuat untuk menjadi alibi bagi Anda untuk terus berwisata kuliner. Sebelum Anda kembali ke hotel, saya akan membawa Anda ke sebuah tenda kaki lima di kawasan Dago untuk mencicipi semangkuk sop kambing.

Mengapa sop kambing 999? Tenda kaki lima ini memang tidak menawarkan Anda pemandangan malam yang menawan atau tempat nongkrong yang nyaman. Tapi, mari kita bicara rasa saja malam ini. Hal yang membedakan sop kambing ini dengan sop kambing lainnya ialah rasa cengkeh yang begitu terasa kuat. Saya hanya perlu menambahkan sedikit sambal agar kuah sop kambing bisa membuat badan saya hangat. Minyak samin yang ditambahkan di kuah sop juga membuat rasa hidangan ini semakin gurih.

Pilihan saya: lima potong (daging dan jeroan sudah cukup membuat saya kenyang).

Kisaran harga: Rp 4.800,00 per potong daging/jeroan. Seporsi sop kambing dan nasi dibayar sekitar Rp 30.000,00.

HARI KETIGA

Tebing Keraton

Pagi ini, cobalah untuk bangun lebih awal dari matahari. Telusuri kawasan Dago dan arahkan kendaraan Anda menuju Taman Hutan Raya (THR) Juanda. Seperti yang saya ingatkan pada bagian aturan main: berjalankakilah. Anda bisa memarkirkan kendaraan di tempat parkir yang telah disediakan dan berolah raga hingga tiba di Tebing Keraton.

Saya menyarankan untuk mengunjungi tempat ini sebelum matahari terbit. Anda akan berdiri di sebuah tebing yan menjorok di atas pepohonan pinus. Pada pagi hari, selubung kabut terlihat menyelimuti pucuk pepohonan. Cahaya keemasan matahari pagi akan menepuk lembut kabut dan pepohonan di sana. Sempurna!

Kopi Armor

Masih berhubungan dengan pepohonan di sisi utara Bandung, nikmatilah sarapan Anda di Armor Kopi. Kedai kopi ini terletak di pintu masuk THR Juanda, tidak jauh dari tempat parkir kendaraan.

Bayangkan Anda duduk di sebuah bangku kayu panjang di bawah rimbunnya pepohonan hutan kota. Armor Kopi menjual cukup banyak varian kopi, baik itu kopi arabika, maupun kopi robusta dari berbagai daerah penghasil kopi di tanah air. Untuk menambal lapar Anda sebelum makan siang, pesan juga berbagai camilan seperti singkong goreng yang hangat.

Pilihan saya: kopi Toraja, seporsi pisang goreng dan singkong goreng.

Kisaran harga: Rp 15.000,00 untuk segelas kopi, dan Rp 15.000,00 untuk seporsi makanan ringan.

Punclut

Aktifkan GPS pada telepon pintar Anda untuk menuju Jalan Punclut yang terletak di ujung Jalan Ciumbuleuit. Anda bisa mencapai jalan ini melalui jalan tembus ketika meninggalkan THR Juanda. Di Jalan Punclut, Anda bisa menemukan banyak saung makan yang berjejer menjual masakan khas Sunda.

Mengapa saya membawa Anda ke Punclut untuk menikmati makanan khas Sunda? Pertama, saung-saung makan di sini tidak hanya menjual makanan. Mereka menjual sensasi menikmati hidangan khas Parahyangan di atas ketinggian perbukitan. Anda bisa melihat pemandangan Kota Bandung sambil menyantap makan siang Anda di sini. Kedua, mereka menjual nasi merah. Semoga nasi merah yang kaya serat dan rendah karbohidrat ini tidak akan menmbuat Anda merasa begitu bersalah, meski Anda mengeruk habis nasi dalam bakul berkali-kali.

Pilihan saya: Tentu saja, pepes ayam atau pepes ikan, perkedel kentang, dan semangkuk sambal merah segar!

Kisaran harga: di bawah Rp 50.000,00 untuk satu porsi makan siang

Prima Rasa – Kartika Sari – Gepuk Ny. Ong

Sebelum meninggalkan Bandung, bungkuslah beberapa kudapan istimewa khas Bandung. Tidak terbiasa membeli oleh-oleh? Bungkus saja untuk bekal perjalanan Anda. Saya menyarankan Anda mengunjungi dua toko kue yang menjual produk unggulannya masing-masing: Kartika Sari dan Prima Rasa. Keduanya adalah toko kue yang sudah lama berkiprah di Bandung dengan menjual berbagai macam makanan yang biasanya dijadikan oleh-oleh bagi pengunjung Bandung.

Di Kartika Sari, tentu saja, belilah sekotak pisang bolen. Saya menjamin, Anda akan sangat menyukai cita rasa pisang bolen ini. Toko ini juga menjual beberapa jenis kue bolu, banana roll, cheese stick, dan picnic roll. Namun jika Anda mencari picnic roll, cobalah picnic roll dari Prima Rasa. Selamat mencoba!

Kisaran harga: Sekotak pisang bolen di Kartika Sari dijual seharga Rp 40.000,00 – Rp 45.000,00. Sekotak picnic roll di Prima Rasa dijual seharga Rp 75.000,00.

62 comments on “Wisata Kuliner di Bandung? Ini Aturan Mainnya!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s