“Hiking Boots” atau Sepatu “Trail Running”?

“Hiking boots” dan sepatu “trail running” memiliki karakter berbeda, dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sesuaikan dengan tujuan pendakian Anda.

11 comments

Setiap saya merencanakan pendakian gunung, saya selalu dihadapkan pada pertanyaan yang sama. Apakah saya lebih baik memakai sepatu gunung jenis hiking boots? Atau apakah lebih baik jika saya menggunakan sepatu lari jenis trail running shoes?

Urusan alas kaki menjadi sebuah pertimbangan karena jenis sepatu yang saya pakai akan memengaruhi perjalanan saya di jalur pendakian. Tentu saja, karena kedua jenis sepatu gunung ini memiliki karakter yang berbeda dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk secara absolut di antara kedua jenis sepatu gunung ini. Namun pertanyaannya adalah, kapan dan di mana saya harus menggunakan hiking boots atau sepatu trail running.

Pada umumnya, hiking boots cenderung lebih kokoh jika dibandingkan dengan sepatu lari trail. Bahan yang tebal dan menutupi mata kaki dapat memberi perlindungan lebih maksimal dari risiko terkilir saat berjalan.

Sol hiking boots yang tebal dan lebar juga dapat membantu kaki lebih stabil menahan keseimbangan ketika berpijak di tanah yang tidak rata, misalnya di atas kerikil, batu-batu, atau akar-akar pohon. Apalagi, ketika saya harus berdiri membawa beban yang berat di punggung.

IMG_20170318_145345-01

Sebaliknya, sepatu trail running yang berbahan lebih tipis cenderung kurang memberi perlindungan kepada kaki, terutama pada pergelangan kaki. Jika tidak terbiasa mendaki, apalagi dengan menanggung beban seberat dosa umat manusia di dunia, mendaki dengan sepatu trail running mungkin akan menjadi salah satu keputusan yang Anda sesali.

Namun jika sudah terbiasa mengontrol keseimbangan berjalan di medan yang tidak rata, apalagi jika Anda sudah mulai ‘hijrah’ ke konsep ultralight hiking, saya pikir menggunakan sepatu trail running tidak akan jadi masalah.

Justru, bahan yang tipis dan bentuk yang ramping ini menjadi salah satu pertimbangan saya menggunakan sepatu trail running ke pendakian. Bobot sepatu trail running yang saya miliki hanya sekitar 469 gram, jika dibandingkan dengan hiking boots yang biasa saya pakai dengan bobot 1,1 kilogram.

Tidak hanya membuat pergerakan saya lebih leluasa, lincah, dan cepat di jalur pendakian, sepatu trail running yang lebih ramping ini juga tidak memakan banyak tempat saat dimasukkan ke dalam tas, misalnya ketika saya sudah turun dari gunung dan ingin jalan-jalan dengan sandal.

Bahan hiking boots yang tebal dan sol yang tinggi juga cukup efektif untuk digunakan melewati medan yang becek. Misalnya ketika berjalan melalui aliran air panas di jalur Cibodas di Gunung Gede Pangrango. Sedangkan sepatu trail running biasanya menggunakan bahan mesh atau jaring-jaring yang membuat air lebih mudah merembes masuk. Untuk kondisi ini, saya lebih memilih menggunakan hiking boots.

P1410157-01

Namun jika sudah bicara tentang hujan lebat, saya pikir hiking boots dan sepatu trail running memiliki persamaan. Keduanya tidak benar-benar anti air. Ketika diguyur di bawah hujan dalam waktu yang cukup lama, keduanya akan basah kuyup.

Perbedaannya, bahan hiking boots yang cenderung lebih tebal akan menjadi mimpi buruk saya di jalur pendakian. Hiking boots yang saya kenakan akan menjadi lebih berat dan membutuhkan waktu lebih lama unutk kering.

Sebaliknya, bahan sepatu trail running yang cenderung lebih tipis akan menyerap lebih sedikit air, sehingga sepatu tidak akan terlalu berat dalam kondisi basah sekali pun. Hal ini sekaligus akan membuat proses pegeringan sepatu lebih cepat.

Pada saat digunakan di tempat yang lembab dan panas pun, bahan mesh pada sepatu trail running akan membuat kaki saya bebas ‘bernapas’. Sebaliknya, bahan hiking boots yang lebih tebal dan tertutup rapat akan membuat kaki saya lebih cepat berkeringat di dalam sepatu.

Untuk daya tahan sepatu, menurut pengalaman saya hiking boots cenderung lebih awet daripada sepatu trail running. Beberapa hiking boots  yang pernah saya punya biasanya rusak pada bagian sol, namun masih bisa diakali dengan jahit ulang atau dilem. Pada sepatu trail running, kerusakan sering terjadi pada bagian atas yang berbahan mesh dan membutuhkan upaya lebih untuk memperbaiki sendiri.

Kalau Anda bagaimana? Apa pertimbangan Anda menggunakan hiking boots atau sepatu trail running ketika mendaki?

Perlindungan kurang maksimal (1)

11 comments on ““Hiking Boots” atau Sepatu “Trail Running”?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.