Tips dan Inspirasi

Tinggalkan Mi Instan untuk Pengalaman Berbeda

Persiapan yang saya lakukan sebelum mendaki gunung bukan hanya bagaimana cara mengemas semua perlengkapan pendakian agar muat dan nyaman dibawa dalam tas. Lebih dari itu.

Hal lain yang juga saya anggap penting ialah perbekalan. Saya berpikir, ketika menikmati secangkir minuman hangat sambil memandangi pepohonan begitu menyenangkan, mengapa tidak menggandakan kenikmatan itu?

Caranya? Menghidangkan makanan yang tidak biasa. Katakanlah, spesial. Untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pendakian, Indomie biasanya jadi idola remaja. Ringan, mudah, dan murah. Satu lagi: lezat.

Memasak di Gunung

Saya tidak memungkiri kelezatan Indomie. Namun, saya juga tidak mengingkari nikmatnya spageti di Rinjani. Serius.

Menghidangkan spageti di atas gunung tentu lebih membutuhkan waktu dari sekedar merebus mi instan. Tapi, saya anggap itu sebagai harga yang harus ditebus untuk kenikmatan yang berbeda. Pengalaman yang baru.

Spaghetti

Saya beruntung waktu itu, porter pendakian di Gunung Rinjani tahu betul cara meracik bumbu spageti dengan tomat-tomat yang kami beli di pasar sebelum mendaki.

Ia sudah terbiasa membawa tamu-tamu asing. Pelayanan pun ditingkatkan, bukan sekedar membawa barang, namun juga menyiapkan makanan yang akrab di lidah mereka.

Ketika menginginkan sarapan yang berbeda, saya pernah mencoba membuat panekuk cokelat. Panekuk instan, tentu saja.

Kami membuatnya di depan Ranu Kumbolo, sebelum mengakhiri perjalanan kami di Gunung Semeru tahun lalu.

Screenshot_2017-04-30-10-35-21_com.miui.videoplayer

Kudapan ini tidak memberi energi cukup untuk berjalan jauh? Benar. Tenang, makanan ini hanyalah menu pembuka sebelum saya dan teman-teman menyantap nasi goreng kornet.

Jika Anda menyukai sayur, sempatkanlah juga untuk mampir ke pasar sebelum memulai pendakian. Sebaiknya, pilih jenis sayur yang bisa bertahan cukup lama, seperti wortel.

Sayur mayur ini bisa dimasak pada hari pertama pendakian, atau Anda akan memasak sayuran yang tidak lagi segar. Sayur sop bisa jadi pilihan. Atau, mengapa tidak mengombinasikannya dengan kentang dan tuna?

Fish and Chips

Semuanya kembali pada selera makan cara masing-masing membuat pendakian semakin menyenangkan, tentu saja. Bagaimana dengan Anda? Apa makanan yang biasanya Anda siapkan ketika mendaki gunung?

60 thoughts on “Tinggalkan Mi Instan untuk Pengalaman Berbeda”

  1. Wiih mantaap ide kudapan di gunungnya. Baca postingannya mas jadi kangen mendaki gunung lagi. Apalagi kemarin di kereta ketemu dengan orang-orang yang akan naik ke gunung Semeru.

    Liked by 1 person

  2. mevah….jangan kayak aku yang naik gunung harus rela makan mie instan mendo, iya mendo karena tetiba gasnya habis, tapi enak juga sih, semacam mie terenak yang pernah aku makan

    Liked by 1 person

    1. Hahaha. Itu masalah banget gas abis. Aku kan makan Indomie udah sering banget di kosan. Pas naik gunung boleh lah agak mevvah (ujung-ujungnya Bakmi Mewah) 😂😂

      Like

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.