Tidur di Hostel: Ranjang Atas atau Bawah?

Saya datang untuk check in terlalu malam hari itu. Hampir jam sembilan malam. “Iya, kita full booked hari ini”, jelas Kang Dudun, salah satu pengelola Buton Backpacker Lodge di Bandung. Ketika saya datang, ia tengah melayani dua tamu yang juga baru check in.

Saya diantar ke kamar hostel. Tempat tidur yang digunakan di Buton Backpacker Lodge adalah tempat tidur bertingkat tipe kapsul. Malam ini, saya mendapat tempat tidur atas. Andai saya datang lebih awal, mungkin saya bisa memilih untuk tidur di bawah.Β Serah terima kunci loker pun dilakukan. “Terima kasih, Mas”, tutup saya.

Ada beberapa alasan saya lebih memilih tempat tidur bawah, daripada tempat tidur atas, ketika bermalam di hostel. Berdasarkan pengalaman sendiri, masing-masing menawarkan kelebihan (sekaligus konsekuensi) yang berbeda kepada saya sebagai tamu.

92444225
Tempat tidur bertingkat di Buton Backpacker Lodge, Bandung. Tempat tidur atas dan bawah menawarkan pengalaman tidur yang berbeda. Sumber foto: Buton Backpacker Lodge via booking.com.

Mengapa saya lebih memilih untuk tidur di bawah? Satu-satunya alasan saya, saya tidak bisa tenangΒ di atas kasur. Ketika saya mendaratkan badan di kasur, saya akan bolak-balik turun untuk berbagai keperluan: mengambil barang-barang di tas, ke kamar kecil, minum, dan sebagainya. Hal yang saya lakukan ini bisa mengganggu orang yang menempati tempat tidur di bawah saya, apalagi jika dilakukan pada tengah malam. Anda tahu, ranjang bisa berderit ketika saya turun dan memanjat tangga.

Saya lebih memilih untuk tidur di tempat tidur bawah karena lebih memudahkan saya meninggalkan tempat tidur, misalnya ketika saya harus bolak-balik ke kamar kecil pada tengah malam. Saya juga terkadang harus beberapa kali mengakses tas dari loker untuk mengambil charger, menyimpan laptop, dan sebagainya. Tidur di tempat tidur bawah memperkecil kemungkinan saya mengganggu penghuni lain.

Alasan lain yang juga masuk akal (bukan untuk saya, melainkan Anda yang tidak bisa mengatur pada gelas ke berapa Anda sebaiknya berhenti minum alkohol), adalah kesulitan unutk memanjat atau turun ke tempat tidur. Menggunakan tangga perlu keseimbangan dan tenaga, bukan? Jika Anda berencana minum-minum ketika bermalam di hostel, sebaiknya Anda memilih tempat tidur bawah. Anda tidak mau terjengkang dari tangga dalam keadaan mabuk.

picsart_10-23-06.59.15.jpg
Chez Bon Hostel, Bandung. Siapa pun bisa melihat Anda jika Anda tidur di tempat tidur bawah. Pilih tempat tidur atas, jika Anda bermasalah dengan ini.

Ada pula keuntungan tidur di tempat tidur atas (yang sebenarnya tidak terlalu saya hiraukan), yaitu lebih privat. Tidur di tempat tidur atas berarti tidak mengizinkan tamu hostel lain untuk dapat melihat Anda ketika mereka berkeliaran di dalam kamar hostel.

Sebaliknya, jika Anda tidur di tempat tidur bawah, siapa pun yang berlalu lalang di kamar hostel bisa melihat Anda ketika Anda tidur. Sebagian hostel memasang tirai untuk menutup masing-masing kasur, namun beberapa hostel yang saya datangi memilih tidak melakukannya.

Baca juga: Menginap di Hostel, Pastikan Hal-hal Ini di sini.

Beberapa orang mungkin bermasalah dengan hal ini, misalnya tamu laki-laki yang terbiasa tidur dengan hanya menggunakan celana pendek atau tamu perempuan yang enggan dilihat tamu lain ketika terlelap. Anda tidak selalu mendapatkan kamar khusus perempuan atau laki-laki di hostel. Jika ini adalah masalah buat Anda, saya sarankan memilih tempat tidur atas.

Bagaimana dengan Anda yang terbiasa menginap di hostel? Apakah Anda lebih memilih tidur di atas, atau di bawah?