Bertamu ke Rumah Orangutan. Apa yang Disiapkan?

33 comments

“Perkiraan saya meleset! Sebelum saya menjalani perjalanan ini, saya menyangka ini akan menjadi perjalanan yang membosankan, seperti mengunjungi kebun binatang atau Taman Safari. Siapa sangka, perjalanan saya menelusuri rimba Kalimantan adalah salah satu pengalaman liburan paling menakjubkan dalam hidup saya!

Selama ini, kepuasan saya dalam memilih tempat berlibur dibatasi oleh kerangka pilihan yang saya buat sendiri: gunung, pantai, atau kota. Saya mencoba yang lain kali ini: sungai dan hutan. Pilihan saya pun tertambat di dermaga-dermaga yang ada di Taman Nasional Tanjung Puting di Kalimantan Tengah.

1120296.jpg
Setidaknya 36.000 orangutan hidup di Kalimantan. Sekitar 6.000 sisanya di Sumatera. Di Taman Nasional Tanjung Puting, Anda bisa melihat kehidupan orangutan Kalimantan di habitat aslinya, hutan.

Taman Nasional Tanjung Puting adalah wilayah konservasi berbagai jenis hewan, terutama orangutan, seluas sekitar 300.000 hektar. Saya melihat bagaimana orangutan melangsungkan hidupnya di hutan. Untuk mengeksplorasi Taman Nasional Tanjung Puting, saya menelusuri Sungai Sekonyer yang mengalir tenang. Di antara pepohonan nipah, kapal klotok yang menjadi ‘rumah’ saya selama dua malam melaju, membelah sungai yang memisahkan wilayah konservasi dengan kawasan perkebunan kelapa sawit. Tak jarang, kawanan kera bekantan dapat saya lihat dengan sangat jelas sedang duduk santai di atas pohon pada waktu sore. 

image
Siapkan kamera Anda, dan nikmati Sungai Sekonyer. Kera bekantan hanyalah salah satu spesies yang bisa ditemui dalam perjalanan.

Anda tertarik? Siapkan waktu dan uang Anda untuk menjelajahi Kalimantan! Saya punya sedikit tips yang mungkin berguna agar perjalanan Anda ke Taman Nasional Tanjung Puting menjadi lebih nyaman.

Pilih Waktu yang Tepat
Salah satu hal yang membuat saya terkesan dengan perjalanan ini adalah keheningan dan ketenangan yang ditawarkan oleh alam Kalimantan. Beruntung, tidak banyak wisatawan yang datang ke Taman Nasional Tanjung Puting pada saat libur Natal. Sehingga suasana saat itu sangat tenang, tidak terlalu padat dipenuhi wisatawan.

image
Taman Nasional Tanjung Puting tidak terlalu ramai pada awal atau akhir tahun. Pada pertengahan tahun, jumlah wisatawan di sana bisa membludak.

Menurut pemandu wisata setempat, wisatawan kerap berbondong-bondong datang pada pertengahan tahun, seperti pada bulan Juli dan Agustus. Silakan datang pada waktu lain, jika Anda mendambakan liburan dalam keheningan.

Etika Berwisata
“Pernah ada orang asing yang digigit buaya di sini. Bandel, dibilang jangan berenang di sungai, malah tetep berenang”, seorang pemandu wisata mencoba memperingati saya untuk tidak melanggar aturan-aturan di taman nasional. Pada kesempatan lain, telepon genggam seorang wisatawan dirampas oleh salah satu orangutan di Camp Leakey.

image
Ini adalah Siswi. Orangutan di Camp Leakey. Siswi bisa mengorek isi tasnatau kantong celana para wisatawan. Berhati-hatilah membawa barang bawain selama menembus hutan.

Padahal pemandu wisata yang sama sudah memperingati kami untuk tidak membawa telepon genggam. Peraturan dibuat untuk membuat ketertiban. Hormatilah Taman Nasional Tanjung Puting beserta ekosistem di dalamnya. Ingin terlihat asyik dan rebel dengan menerabas peraturan? Jangan tanggung-tanggung, coba berenang bersama buaya di Sungai Sekonyer.

Penerbangan dari Jakarta

image
Beberapa operator perjalanan akan menyarankan penerbangan tertentu yang disesuaikan dengan jadwal kegiatan di Taman Nasional Tanjung Puting.

Taman Nasional Tanjung Puting dapat dijangkau dengan menggunakan kapal klotok dari Pelabuhan Kumai, di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Dibutuhkan waktu hanya sekitar 15 untuk menuju Pelabuhan Kumai dari Bandara Iskandar di Pangkalan Bun. Untuk menuju Pangkalan Bun, saya menggunakan penerbangan pagi dari Trigana Air. Untuk kembali ke Jakarta, saya menggunakan penerbangan siang dari Kalstar. Perjalanan dari bandara ke pelabuhan, dan sebaliknya, saya lakukan dengan menggunakan taxi yang sudah masuk dalam fasilitas dari operator perjalanan.

Jaringan Telekomunikasi

image
Sinyal Telkomsel bisa didapatkan di titik-titik tertentu di Taman Nasional Tanjung Puting.

Sekali lagi, keheningan dan ketenangan adalah salah satu daya pikat dari perjalanan ini. Panggilan telepon yang masuk mungkin akan mengusik kenikmatan liburan saya. Namun jika Anda sedang menanti kabar yang sangat penting —misalnya panggilan lamaran kerja atau jawaban ‘ya’ dari seseorang— Anda bisa memanfaatkan jaringan Telkomsel. Beberapa teman yang menggunakan kartu Telkomsel masih mendapat sinyal telepon di beberapa titik dalam perjalanan. Untuk mengisi daya baterai telepon genggam atau kamera, sebuah panel surya sudah disiapkan.

image
Energi yang dikumpulkan panel surya bisa digunakan untuk sekedar mengisi ulang daya baterai kamera atau telepon genggam sepanjang hari.

Memilih Jenis Pakaian
Sebagian besar wilayah di Taman Nasional Tanjung Puting memiliki suasana yang cenderung lembab. Angin pun jarang berembus. Pastikan Anda membawa pakaian yang nyaman, misalnya berbahan tipis dan mudah kering. Jika Anda mudah berkeringat, membawa baju lebih mungkin membantu membuat Anda merasa lebih nyaman dalam perjalanan. Namun pada malam hari, udara cenderung dingin. Membawa sehelai kain tipis atau sarung menjadi salah satu rekomendasi saya. Untuk alas kaki, menggunakan sandal memang membuat nyaman. Tapi ketika Anda menyusuri hutan gambut yang basah dan lembab, sepatu bisa melindungi kaki Anda dari gigitan lintah.

image

Jangan lupa juga membawa jas hujan dan topi. Cuaca tak selalu bisa ditebak ketika kita melakukan perjalanan memasuki kawasan konservasi. Panas dan hujan bisa silih berganti. Siapkan jas hujan dan penutup kepala untuk melindungi Anda. Senter juga dapat berguna, ketika Anda melakukan trekking malam, jika operator perjalanan memasukkan itu ke dalam agenda acara.

Antinyamuk
Nyamuk di Taman Nasional Tanjung Puting cukup banyak. Sebenarnya Anda akan tidur di matras di balik kelambu. Pemilik kapal yang saya gunakan pun menyediakan obat nyamuk bakar pada malam hari. Namun, ketika melakukan perjalanan menembus hutan pada siang hari, memakai kelambu akan membuat Anda terlibat seperti kuntilanak di tengah hutan. Percayalah, mengoleskan lotion antinyamuk akan sangat membantu menangkal serangan nyamuk. Satu botol kecil lotion antinyamuk sudah cukup.

Miscellaneous

image

Menelusuri Taman Nasional Tanjung Puting akan dilakukan dengan menggunakan kapal klotok dengan kecepatan cenderung lambat di atas Sungai Sekonyer. Waktu tempuh dari satu titik ke titik lain paling tidak 90 menit. Manfaatkan waktu ini untuk menikmati hobby Anda. Memotret bekantan, menulis cerita perjalanan, mendengarkan lagu, atau membaca novel kesukaan Anda. Anda akan sangat menikmatinya, coba saja!

image

Pernak-pernik Orangutan
Anda akan menemukan sebuah toko pernak-pernik di Desa Sekonyer. Mintalah agar pemandu wisata Anda berhenti sejenak di desa ini. Berbagai jenis pernak-pernik bertema Taman Nasional Tanjung Puting dijual di sini.

image

Hasil penjualannya, akan dimanfaatkan untuk masyarakat setempat. Jika tidak sempat mampir ke Desa Sekonyer, Anda juga bisa membeli oleh-oleh di sebuah toko di dekat Pelabuhan Kumai.

image

Sudah memiliki gambaran? Jika belum, coba intip foto-foto perjalanan saya di sini. Selamat berlibur!

P.S. Jika tulisan dan foto-foto di atas menarik Anda untuk menjelajahi alam Taman Nasional Tanjung Puting, Anda bisa menghubungi Ary Widianto di nomor 081347669956.

Advertisements

33 comments on “Bertamu ke Rumah Orangutan. Apa yang Disiapkan?”

    1. Iya. Harusnya sih ada konsekuensinya tiap ngelanggar aturan. Entah itu resiko langsung, atau cibiran dari temen2 (dan berujung ga diajak jalan2 lagi). Haha.

      Iya, jauh dari kebisingan dan sinyal hp. Nyaman. Tenang.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s